10
Oct
09

Menjawab ‘Bukan Puisi Cinta’

happy

Ya, gambar di atas sudah mewakili jawaban atas Bukan Puisi Cintaku… Alhamdulillah.

Continue reading ‘Menjawab ‘Bukan Puisi Cinta’’

03
Oct
09

Award 1: The Hottest Female Blogger

hottest-female-blogger-award

Award pertama dari sahabat blogger buatku :mrgreen: Yup, baru sempat kujemput dan kupasang sekarang. Padahal Bunda Lina sudah memberikan sejak tanggal 27 September 2009 yang lalu. Maaf ya Bun… Continue reading ‘Award 1: The Hottest Female Blogger’

02
Oct
09

Chuseok (Korean Thanksgiving Day)

Chuseok, Hari Pesta Panen pada bulan purnama di musim gugur, jatuh pada tanggal 3 Oktober, hari Sabtu. Chuseok merupakan salah satu hari raya tradisional terbesar Korea, bersama dengan Tahun Baru Imlek. Chuseok juga dikenal sebagai ‘Jungchujeol’ atau ‘Hangawi’, yang berarti pertengahan di musim gugur atau hari yang berada di tengah bulan kedelapan dalam tahun menurut penanggalan Imlek.
Pada hari itu itu “>dianggap bangsa Korea sama dengan ‘Thanksgiving Day’ di negara Barat. Ketika itu, bangsa Korea berterimakasih pada leluhur atas perolehan hasil panen. Selain itu, sebagian besar masyarakat pulang kampung untuk merayakan hari besar itu bersama keluarga.
Akan tetapi, makna hari raya tradisional Chuseok semakin pudar seiring dengan tumbuhnya industrialisasi. Individualisme dan materialisme merajalela sehingga rasa ikatan antaranggota keluarga tidak sekuat seperti dulu. Di dunia yang cepat berubah ini, banyak orang bersikap terburu-buru untuk mencapai hasil sesuatu secepat mungkin.
Walaupun begitu, warga Korea masih memelihara tradisi bersama “>untuk berterimakasih pada leluhur mereka melalui upacara ritual dan acara berkumpul bersama untuk menikmati hari raya Chuseok. Chuseok juga merupakan waktu untuk mempedulikan tetangga yang tidak mampu dan berbagi bersama dengan mereka.
Di masyarakat yang semakin rumit dan industrialis demikian, seharusnya kita jangan melupakan semangat kerjasama, rasa bersyukur, dan berzakat. Sementara itu, hari raya Chuseok tahun ini juga harus menjadi peluang untuk mengingat kembali moral umum tradisional dan memperbarui tradisi yang bernilai itu.

Hari ini dan besok adalah tanggal merah di kalender Korea. Ya, karena Chuseok. Oleh karena itu aku dapat hadiah apel dari profesor di kampus (yang notabene bukan profesorku sebenarnya ^^) dan juga dapat bingkisan dari ibu kost alias pemilik studio. Alhamdulillah dapat apel, kentang dan kimchi :mrgreen:

Apa itu Chuseok? Continue reading ‘Chuseok (Korean Thanksgiving Day)’

02
Oct
09

Batik: Diawali dengan Titik

In the beginning, there was a dot

Then time passed…

The dots evolved into artwork, in the form of decorated textile

museum batik

Batik Indonesia akhirnya secara resmi dimasukkan dalam 76 warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Batik Indonesia dinilai sarat dengan teknik, simbol, dan budaya yang tidak lepas dari kehidupan masyarakat sejak lahir hingga meninggal.

Masuknya batik Indonesia dalam Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) diumumkan dalam siaran pers di portal UNESCO, pada 30 September 2009. Batik menjadi bagian dari 76 seni dan tradisi dari 27 negara yang diakui UNESCO dalam daftar warisan budaya tak benda melalui keputusan komite 24 negara yang tengah bersidang di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, hingga Jumat (2/10).
Seni dan tradisi China serta Jepang mendominasi Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia yang diumumkan UNESCO. Sebanyak 21 warisan budaya China masuk dalam daftar tersebut, mulai dari teknik pemotongan kertas yang rumit yang biasa diwariskan dari ibu ke anak perempuan, kerajinan, dan pertanian ulat sutra di Provinsi Sichuan, hingga upacara penyembahan Dewi Laut Mazu.
Ada pula seni opera Tibet, seni dekorasi Regong, puisi kepahlawanan masyarakat Kyrgiz di Xinjiang hingga tradisi masyarakat Mongolia berupa ritual nyanyian poliponik.
Sebanyak 13 warisan budaya Jepang diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Warisan budaya itu antara lain tarian dan prosesi rakyat Akiu di Jepang utara hingga pertunjukan seni tertua Jepang yang disebut Gagaku.
Tari tango yang kesohor di dunia juga diakui sebagai warisan budaya tak benda yang diumumkan. Tari tradisional itu awalnya berkembang di masyarakat kota kelas bawah di Buenos Aires, Argentina.
Bagian keseharian
Mohammad Nuh, Menteri Ad Interim Kebudayaan dan Pariwisata, mengatakan, pengakuan batik Indonesia secara internasional tidak bermakna jika masyarakat Indonesia sendiri tidak mengapresiasi batik. Perkembangan batik sekarang mesti terus dipertahankan sehingga tetap menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
Pemerintah akan mengembangkan pengakuan, lalu juga membantu untuk memperkuat promosi. Dengan demikian, sentra-sentra batik yang ada semakin berkembang dan mampu memunculkan keunikan-keunikan dalam kreasi batik. Selain itu, pemerintah akan membantu supaya batik mudah mendapat lisensi atau hak paten.
Guru besar Arkeologi Universitas Gadjah Mada, Timbul Haryono, yang telah beberapa kali meneliti sejarah, makna, dan filosofi batik mengatakan, teknik membatik sesungguhnya bukan sebuah penemuan yang tiba-tiba. Batik merupakan proses panjang pengolahan kain yang terus dikembangkan secara turun-temurun. Proses ini seharusnya tidak berhenti meski batik telah diakui sebagai warisan dunia.
Kurator Museum Batik Yogyakarta, Prayoga, mengatakan, imbauan untuk mengenakan busana bermotif mirip batik yang banyak diserukan pemerintah saat ini baru sebatas tindakan sosialisasi. Namun, hal ini belum bisa disebut pelestarian karena tidak ada pewarisan pengetahuan mengenai batik.
”Saat ini banyak orang masih salah menyangka bahwa batik adalah motif kain. Padahal, batik merujuk teknik pembuatan motif di kain berikut filosofinya,” kata Prayoga.
Batik Indonesia memiliki keunikan yang tidak ditemukan di negara lain. Keunikan itu terletak pada penggunaan malam atau campuran sarang lebah, lemak hewan, dan getah tanaman dalam pembuatannya. Hal ini berbeda dengan teknik pembuatan motif kain dari China ataupun Jepang yang menggunakan lilin.
Gusti Bendara Raden Ayu (GBRAy) Murdokusumo, kerabat Keraton Yogyakarta Hadiningrat mengatakan, pencinta batik saat ini banyak, tetapi pembuatnya semakin berkurang. Selain regenerasi tidak berjalan mulus, kesejahteraan perajin batik juga masih jauh dari harapan.

Masuknya batik Indonesia dalam Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) diumumkan dalam siaran pers di portal UNESCO, pada 30 September 2009. Batik menjadi bagian dari 76 seni dan tradisi dari 27 negara yang diakui UNESCO dalam daftar warisan budaya tak benda melalui keputusan komite 24 negara yang tengah bersidang di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, hingga Jumat (2/10).

Pendidikan dan Pelatihan dalam Warisan Budaya Batik Indonesia bagi siswa SD/SMP/SMA/SMK/Politeknik bekerja sama dengan Museum Batik Pekalongan juga telah dikategorikan oleh UNESCO sebagai Cara Terbaik dalam Perlindungan Budaya Tak Benda (Best Practices for Safeguarding of Intangible Cultural Heritage). Continue reading ‘Batik: Diawali dengan Titik’

02
Oct
09

UNESCO: Warisan Budaya Tak Benda

Seni dan tradisi China serta Jepang mendominasi Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia yang diumumkan UNESCO tahun 2009. Sebanyak 22 warisan budaya China masuk dalam daftar tersebut, mulai dari teknik pemotongan kertas yang rumit yang biasa diwariskan dari ibu ke anak perempuan, kerajinan, dan pertanian ulat sutra di Provinsi Sichuan, hingga upacara penyembahan Dewi Laut Mazu. Ada pula seni opera Tibet, seni dekorasi Regong, puisi kepahlawanan masyarakat Kyrgiz di Xinjiang hingga tradisi masyarakat Mongolia berupa ritual nyanyian poliponik. Jadi sampai saat ini total warisan budaya tak benda dari Cina berjumlah 26. Continue reading ‘UNESCO: Warisan Budaya Tak Benda’

02
Oct
09

Cerita di Hari Raya Idul Fitri 1430 H

Saat itu belum terbayang seperti apa sholat Idul Fitri di Korsel, terutama di KBRI Seoul. Sholat Ied dilakukan pada hari Minggu, 20 September 2009 (sama seperti di Indonesia). Karena sholat Ied dimulai pukul 9 pagi KST, aku dan suami menginap semalam (Sabtu malam) di Seoul. Kondisi badanku sepertinya tidak terlalu sehat di hari Sabtu itu sejak berangkat dari Wonju. Setiba kami di Express Bus Terminal Seoul, aku muntah-muntah. Yup, sepanjang perjalanan rasanya pusing dan mual. Masih untung aku tidak muntah di bis, padahal bisnya super nyaman kalau kondisiku baik. Yang jelas saat itu jalan tol menuju Seoul macet, tidak separah Jakarta namun membuatku pusing karena supir bis mengendalikan bis dengan kecepatan tinggi sehingga sering rem mendadak :(

Tapi alhamdulillah keesokan harinya badan terasa lebih segar dan aku bisa ikut berangkat ke KBRI. Continue reading ‘Cerita di Hari Raya Idul Fitri 1430 H’

01
Oct
09

Seminar of Pulp & Paper Technology 2009

Seminar of Pulp and Paper Tech 2009

Ada info dari teman, kalau akan diadakan seminar pulp and paper di Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung tanggal 18 November 2009 yang dimotori oleh Departemen Perindustrian dan BBPK (Balai Besar Pulp dan Kertas).

Bagi anda yang menekuni bidang ini, silahkan mengikuti. Info lengkap ada di situs BBPK (www.bbpk.go.id). Berikut leafletnya:

Continue reading ‘Seminar of Pulp & Paper Technology 2009′

01
Oct
09

Duka Gempa Sumatera

peta_gempaPadangGempa dan tangisan lagi :cry:

Pada Hari Rabu, tanggal 30 September 2009 PUKUL 17:16:09 WIB telah terjadi Bencana Alam Gempa Bumi di Kab.  Pariaman  dengan Magnitude 7,6 SR dan diikuti gempa susulan dengan kekuatan 6,2 SR. Lokasi gempa di 0,84 LS – 99, 65 BT, wilayah di 54 Km Barat Daya Pariaman Sumatera Barat.
Gempa dirasakan sampai ke Padang Sidempuan  Muko muko, Riau, Aceh, Jambi.
Terjadi gempa bumi pada tanggal 30-Sep-09 pukul 17:16:09 WIB dengan kekuatan 7.6 SR di sekitar 57 km arah BaratDaya PARIAMAN-SUMBAR (0.84 LS – 99.65 BT ) pada kedalaman 71 Km.
Gempa tersebut dirasakan dengan kekuatan VI-VII MMI di Padang; IV MMI di Sibolga dan Gunung Sitoli; III-IV MMI di Bengkulu, Bukit Tinggi, Tapanuli Selatan, Muko-Muko dan Liwa; II-III MMI di Duri – Riau dan Pekan Baru sedangkan di Jakarta tercatat sebesar II MMI.
Telah terjadi gempa bumi pada tanggal 1 Oktober 2009 pukul 08.52.29 WIB dengan kekuatan 7,0 SR dengan kedalaman 10 km. Pusat gempa berada di darat (46 km Tenggara SUNGAIPENUH-JAMBI , 54 km TimurLaut MUKOMUKO-BENGKULU , 86 km BaratDaya BANGKO-JAMBI , 101 km BaratLaut MUARAAMAN-BENGKULU , 121 km BaratDaya MUARABUNGO-JAMBI).

Terjadi gempa bumi pada tanggal 30 September 2009 pukul 17:16:09 WIB dengan kekuatan 7.6 SR di sekitar 57 km arah Barat Daya Kabupaten Pariaman – Sumatera Barat pada kedalaman 71 Km. Gempa tersebut dirasakan dengan kekuatan VI-VII MMI di Padang; IV MMI di Sibolga dan Gunung Sitoli; III-IV MMI di Bengkulu, Bukit Tinggi, Tapanuli Selatan, Muko-Muko dan Liwa; II-III MMI di Duri – Riau dan Pekan Baru sedangkan di Jakarta tercatat sebesar II MMI. Diikuti gempa susulan dengan kekuatan 6,2 SR. Berikut pengertian skala MMI dilihat dari perkiraan populasi (jumlah penduduk) yang merasakan getaran gempa: Continue reading ‘Duka Gempa Sumatera’

19
Sep
09

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1430 H




Language

update C.E.R.I.T.A via email

C.E.R.I.T.A

Kategori

PitaPata

Yang Baru Berkunjung

RSS Dunia Islam

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Oase Iman

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Stats

  • 31,800 page views

Alexa Certified Site Stats for http://triyanifajriutami.wordpress.com