Ya, gambar di atas sudah mewakili jawaban atas Bukan Puisi Cintaku… Alhamdulillah.
Menjawab ‘Bukan Puisi Cinta’
Award pertama dari sahabat blogger buatku
Yup, baru sempat kujemput dan kupasang sekarang. Padahal Bunda Lina sudah memberikan sejak tanggal 27 September 2009 yang lalu. Maaf ya Bun… Continue reading ‘Award 1: The Hottest Female Blogger’
Hari ini dan besok adalah tanggal merah di kalender Korea. Ya, karena Chuseok. Oleh karena itu aku dapat hadiah apel dari profesor di kampus (yang notabene bukan profesorku sebenarnya ^^) dan juga dapat bingkisan dari ibu kost alias pemilik studio. Alhamdulillah dapat apel, kentang dan kimchi
Apa itu Chuseok? Continue reading ‘Chuseok (Korean Thanksgiving Day)’
Batik: Diawali dengan Titik
In the beginning, there was a dot
Then time passed…
The dots evolved into artwork, in the form of decorated textile
Batik Indonesia akhirnya secara resmi dimasukkan dalam 76 warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Batik Indonesia dinilai sarat dengan teknik, simbol, dan budaya yang tidak lepas dari kehidupan masyarakat sejak lahir hingga meninggal.
Masuknya batik Indonesia dalam Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) diumumkan dalam siaran pers di portal UNESCO, pada 30 September 2009. Batik menjadi bagian dari 76 seni dan tradisi dari 27 negara yang diakui UNESCO dalam daftar warisan budaya tak benda melalui keputusan komite 24 negara yang tengah bersidang di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, hingga Jumat (2/10).
Pendidikan dan Pelatihan dalam Warisan Budaya Batik Indonesia bagi siswa SD/SMP/SMA/SMK/Politeknik bekerja sama dengan Museum Batik Pekalongan juga telah dikategorikan oleh UNESCO sebagai Cara Terbaik dalam Perlindungan Budaya Tak Benda (Best Practices for Safeguarding of Intangible Cultural Heritage). Continue reading ‘Batik: Diawali dengan Titik’
UNESCO: Warisan Budaya Tak Benda
Seni dan tradisi China serta Jepang mendominasi Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia yang diumumkan UNESCO tahun 2009. Sebanyak 22 warisan budaya China masuk dalam daftar tersebut, mulai dari teknik pemotongan kertas yang rumit yang biasa diwariskan dari ibu ke anak perempuan, kerajinan, dan pertanian ulat sutra di Provinsi Sichuan, hingga upacara penyembahan Dewi Laut Mazu. Ada pula seni opera Tibet, seni dekorasi Regong, puisi kepahlawanan masyarakat Kyrgiz di Xinjiang hingga tradisi masyarakat Mongolia berupa ritual nyanyian poliponik. Jadi sampai saat ini total warisan budaya tak benda dari Cina berjumlah 26. Continue reading ‘UNESCO: Warisan Budaya Tak Benda’
Saat itu belum terbayang seperti apa sholat Idul Fitri di Korsel, terutama di KBRI Seoul. Sholat Ied dilakukan pada hari Minggu, 20 September 2009 (sama seperti di Indonesia). Karena sholat Ied dimulai pukul 9 pagi KST, aku dan suami menginap semalam (Sabtu malam) di Seoul. Kondisi badanku sepertinya tidak terlalu sehat di hari Sabtu itu sejak berangkat dari Wonju. Setiba kami di Express Bus Terminal Seoul, aku muntah-muntah. Yup, sepanjang perjalanan rasanya pusing dan mual. Masih untung aku tidak muntah di bis, padahal bisnya super nyaman kalau kondisiku baik. Yang jelas saat itu jalan tol menuju Seoul macet, tidak separah Jakarta namun membuatku pusing karena supir bis mengendalikan bis dengan kecepatan tinggi sehingga sering rem mendadak
Tapi alhamdulillah keesokan harinya badan terasa lebih segar dan aku bisa ikut berangkat ke KBRI. Continue reading ‘Cerita di Hari Raya Idul Fitri 1430 H’

Ada info dari teman, kalau akan diadakan seminar pulp and paper di Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung tanggal 18 November 2009 yang dimotori oleh Departemen Perindustrian dan BBPK (Balai Besar Pulp dan Kertas).
Bagi anda yang menekuni bidang ini, silahkan mengikuti. Info lengkap ada di situs BBPK (www.bbpk.go.id). Berikut leafletnya:
Duka Gempa Sumatera
Gempa dan tangisan lagi
Terjadi gempa bumi pada tanggal 30 September 2009 pukul 17:16:09 WIB dengan kekuatan 7.6 SR di sekitar 57 km arah Barat Daya Kabupaten Pariaman – Sumatera Barat pada kedalaman 71 Km. Gempa tersebut dirasakan dengan kekuatan VI-VII MMI di Padang; IV MMI di Sibolga dan Gunung Sitoli; III-IV MMI di Bengkulu, Bukit Tinggi, Tapanuli Selatan, Muko-Muko dan Liwa; II-III MMI di Duri – Riau dan Pekan Baru sedangkan di Jakarta tercatat sebesar II MMI. Diikuti gempa susulan dengan kekuatan 6,2 SR. Berikut pengertian skala MMI dilihat dari perkiraan populasi (jumlah penduduk) yang merasakan getaran gempa: Continue reading ‘Duka Gempa Sumatera’














RSS - Posts
Jejak